AIKIDO SENI BELA DIRI YANG MENGAJARKAN WAY OF LIFE
Saat lawan hendak menyerang tiba-tiba saja tubuh mereka terpental jauh, padahal sang lawan belum menyentuh badan orang yang ingin diserangnya. Apakah itu tenaga dalam?
Itu adalah salah satu teknik tingkat tinggi yang ada dalam Aikido. Aikido sendiri adalah salah satu ilmu bela diri yang berasal dari Jepang, lahir sebelum perang dunia kedua. Akar seni bela diri ini adalah seni bela diri Daito Ryu Aiki Jujutsu yang sudah ada di Jepang sejak beberapa abad yang lalu. Salah satu murid dari Sokaku Takeda yaitu Morihei Ueshiba atau yang lebih dikenal dengan Osensei (Guru besar) yang menciptakan Aikido.
Secara bahasa Aikido berasal dari kata "Aikido" berasal dari tiga huruf kanji: "ai" artinya bergabung /menyelaraskan, "ki" artinya roh/hidup energy, "do" berarti jalan.Jalan sempit seni beladiri ini diciptakan dengan menekankan harmonisasi dan keselarasan antara energi individu dengan energi alam semesta.
Aikido juga menekankan pada prinsip kelembutan dan bagaimana untuk mengasihi serta membimbing lawan. Jadi prinsip Aikido sendiri adalah menaklukan lawan tanpa ada niat mencederai lawan, berbeda dengan beladiri pada umumnya yang lebih mengutamakan pada latihan kekuatan fisik dan stamina.
Aikido lebih mendasarkan latihannya pada penguasaan diri dan kesempurnaan teknik. Teknik-teknik dalam Aikido berupa teknik elakan, kuncian, lemparan, bantingan. Sementara teknik-teknik pukulan maupun tendangan dalam praktiknya jarang digunakan.
Falsafah - falsafah yang mendasari Aikido, yaitu kasih dan konsep mengenai "ki" inilah yang membuat Aikido menjadi suatu seni beladiri yang unik. Hanya menunggu ketika kita diserang, tetapi saat kita diserang kita harus sabar dan mengambil langkah dengan lemah lembut, tanpa adanya kekerasan.
Dalam Aikido kita mengambil kekuatan dari serangan lawan dan menyatukan diri kita dengan lawan, setelah itu kita mengembalikan kekuatan serangan tersebut. Adalah benar bahwa sebagian praktisi Aikido yang masih menggunakan tenaga fisik akan merasakan bahwa teknik kuncian maupun bantingan sangat efektif, lawan bisa jatuh atau terpelanting serta dibuat tidak berdaya karena merasa sakit akibat tangannya dipuntir.
Namun berbeda dengan praktisi Aikido yang menggunakan teknik "Aiki" untuk menjatuhkan dan mengunci lawan. Lawan (uke) akan mendapatkan atau merasakan bahwa praktisi (nage) tidak menekan atau membanting, namun lawan dibuat tidak berdaya. Hanya saja Aikido adalah salah satu jenis bela diri yang tidak di pertandingkan.
Aikido sendiri masuk ke Indonesia pada akhir tahun 1969. Aikido dibawa oleh Jozef Poetiray yang merupakan Ketua Dewan Guru dari Yayasan Indonesia Aikikai yang didirikan tanggal 28 Oktober 1983.
Salah satu komunitas yang sangat aware dengan nilai-nilai filosofis dan intisari ajaran Aikido yang benar adalah Aiki Kenkyukai, yang menekankan pada prinsip dan falsafah yang diajarkan oleh Osensei. Aiki Kenkyukai adalah sebuah komunitas para praktisi dan dojo-dojo Aikido yang bernaung dibawah bendera Yayasan Indonesia Aikikai (YIA), sebagai induk organisasi utama Aikido di Indonesia yang telah diakui oleh IAF (International Aikido Federation) dan AIKIKAI Hombu Dojo (Aikikai Headquarter) di Tokyo, Jepang.
Aiki Kenkyukai didirikan atas dasar pemikiran dan keprihatinan terhadap hilangnya nilai-nilai filosofis dan intisari ajaran Aikido yang benar dalam latihan dewasa ini. Pelatihan di Aiki Kenkyukai ditekankan kepada filosofi Aikido itu sendiri dan mengajarkan keseimbangan antara hati, jiwa, pikiran dan tubuh sebagai satu kesatuan yang harmonis, sehingga pada akhirnya dapat mencapai ketenangan yang hakiki didalam kehidupan.
Pendiri Aiki Kenkyukai sendiri adalah Imanul Hakim sensei (4th Dan)* bersertifikat internasional Hombu Dojo, Jepang. Hakim sendiri juga menguasai beberapa jenis bela diri selain Aikido, serta pengalaman mengajar dibeberapa tempat sejak tahun 1996. Sampai sekarang dirinya menjabat sebagai guru kepala di Aiki Kenkyukai.
Menurut Hakim, saat ini ada tiga karakter pendidikan Aikido.
Pertama, yang mengajarkannya hanya sebagai olahraga biasa.
Kedua, yang mengajarkan Aikido sebagai ilmu bela diri atau fighting art.
Ketiga, yang mengajarkannya sebagai jalan hidup atau way of life.
Aiki Kenkyukai sendiri setiap tahunnya selalu mengadakan seminar, dan pada tahun tahun ini kebetulan ada dua seminar yang diadakan yaitu seminar Aikido yang dipimpin oleh Ikuhiro Kubota Shihan (7th Dan) yang juga menjabat sebagai Director of Nara Aikikai, serta pada tanggal 20 Juli kemarin juga telah diadakan seminar bersama Seiichi Sugano Shihan (8th Dan) yang merupakan murid langsung dari Osensei.
Ada sebuah artikel yang ditulis oleh Myra Golden mengenai pengaplikasian prinsip Aikido dalam meng-handle customer yang sulit serta pada para pekerja atau co-worker. Baginya dalam Aikido tanpa adanya drama penyerangan dan mereka bisa meletakannya menjadi sebuah dasar bagi win-win solution yang mempertahankan loyalitas customer, meskipun dengan customer yang marah. Prinsip dalam Aikido adalah bersikap tenang jika ada penyerangan, hal yang sama juga bisa dilakukan jika tiba-tiba kita mendapatkan customer yang tiba-tiba marah.
Dalam Aikido semua lawan dipertimbangkan menjadi partner. Coba pikirkan kemarahan customer anda sebagai partner dan biarkan hal ini menjadi mindset yang menentukan anda untuk menggunakan dialog interaktif.
Bagaimana tertarik ikut latihan Aikido?, anda bisa datang ke dojo Aiki Kenkyukai yang terletak di Kelapa Gading Sports Mall Lt.2 Blok B 29-30, atau jika ingin thu lokasi-lokasi dojo Aiki Kenkyukai lainnya bisa dilihat di www.aiki-kenkyukai.com. *Dan : adalah tingkatan dalam seni bela diri Aikido





