JANGAN BERHENTI MEMIKIRKANNYA
Dalam suatu training yang kami selenggarakan, salah seorang peserta bertanya, apakada jenjang karir yang lebih baik di call center, sehingga kita lebih termotivasi untuk mencapainya?
Wah pertanyaan yang kelihatannya simple dijawab tapi memiliki makna mendalam untuk kita kaji bersama, mengapa? Karena kemungkinan sebagian besar agent akan berpikiran selamanya menjadi agent, atau berpindah dari satu outsourcing ke outsourcing lainnya. Seperti halnya pekerja di pabrik perakitan sepeda motor, mempunyai pekerjaan yang sama dan jika akhirnya mereka keluar, biasanya menjadi montir atau membuka bengkel sendiri.Sangat sedikit diantara mereka yang akhirnya mempunyai usaha perakitan motor sendiri.
Lain halnya dengan call center, tidak menutup kemungkinan diantara pekerja call center yang akhirnya membuka usaha outsourcing sendiri, mempekerjakan orang lain di beberapa perusahaan. Jumlahnya tentunya bisa dihitung dengan jari, tapi begitulah kehidupan. Ada saatnya kita harus berpikir apa yang sedang kita lakukan, kemana kita akan berlabuh, apa yang akan dikerjakan dipelabuhan berikutnya?
Tak perlu berpikir bagaimana akhirnya, lakukan yang terbaik terhadap tantangan yang anda hadapi saat ini dan terus belajar menjadi lebih baik. bahkan seorang presiden tidak pernah bercita2 menjadi presiden diwaktu dia masih menjadi prajurit. Tapi dia melakukan yang terbaik pada tahapan tantangan yang dihadapinya, terus menerus, sampai pada titik tertentu dia berpikir mau menjadi presiden. Belum pernah saya temui pekerja call center yang jika melamar suatu pekerjaan yang berkeinginan untuk menjadi direktur di perusahaan itu, mungkin iya dalam hati. Akan tetapi coba tanya dalam hati anda, apakah anda pernah berpikir bahwa suatu saat anda bisa memegang puncak pimpinan dari suatu perusahaan yang anda tempat bekerja, saya yakin tidak. Dan mudah-mudahan saya keliru. Kembali kepertanyaan semula, jenjang karir di call center tentu ada seperti bisa menjadi team leader, supervisor, manager, QA, system support, pelaporan, penjadwalan, trainer, rekruitmen dan sebagainya. Berapa banyak diantara sekian banyak agent yang kemudian bisa menjadi team leader, tentunya jika pergerakan gerbongnya berjalan dengan baik. Bisa dipengaruhi oleh faktor pertumbuhan call centernya atau jika ada yang meninggalkan arena call center. Ada yang meninggallan call center untuk berpindah ke call center perusahaan lain atau pindah ke unit kerja lainnya.
Tidak seperti prajurit yang setiap 4 tahun sekali mendapatkan kenaikan pangkat otomatis, pekerja call center harus memperjuangkan untuk kenaikan pangkatnya, bisa cepat atau bisa juga lambat. Bahkan mungkin ada yang lebih parah jika tidak ada perbaikan dari segi income. Oleh karena itu, jenjang karir di call center berada ditangan anda, semakin cepat dan kreatif anda bergerak, maka semakin cepat perhatian itu menghampiri anda. Maka teruslah belajar, semua yang anda kuasai di call center tidak akan sia-sia, suatu saat akan bergena bagi anda di kehidupan karir berikutnya.
Entah anda mau menjadi supervisor/manager call center atau mau menjadi direktur di perusahaan anda sendiri atau tetap menjadi agent, semuanya anda yang memilih. Jadi jenjang karir itu sangat dekat dengan anda yang bisa menunjukkan potensi anda. Jangan berhenti untuk menjadi kreatif dan jangan pernah berhenti untuk berpikir bahwa masih ada karir yang lebih baik, karena jika anda berhenti, maka anda akan terlewatkan oleh orang lain. Selama dunia ini belum berhenti berputar, terus nyalakan semangat anda menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.
Yakinlah semua yang anda inginkan akan tercapai jika anda tidak berhenti memikirkannya, mengupayakannya dan melakukan perbaikan. Selamat bekerja dan jika nanti kita bertemu, anda sudah menjadi lebih baik. (Andi Anugrah)
TIP LAINNYA
Ke Hal. : [ 1 ] Hal.: 1
JANGAN BERHENTI MEMIKIRKANNYA
KOMUNIKASI INTERNAL
ALASAN MENJADI TERBAIK
