MENGATASI KEJENUHAN KERJA

andi nugrahaPernahkah anda mengalami stagnate atau istilahnya ‘mandek’ dengan pekerjaan anda. Saat-saat dimana anda merasa tertimpa berton-ton masalah, menyebabkan pekerjaan menumpuk dan tak satu pun yang dapat diselesaikan. Awalnya anda bekerja penuh dengan semangat, namun seiring dengan berjalannya waktu, gairah bekerja mulai menyurut. Menghadapi rutinitas dan problematika pekerjaan yang sama berulang-ulang.

Sulit memusatkan konsentrasi dan akhirnya semua hal jadi terasa salah. Seperti contoh kasus, Dendi yang sudah 3 tahun menjadi agent call center. Ia termasuk orang yang moody, saat jenuh melanda, bukan hanya pekerjaannya yang kacau, customernya pun semakin seram-seram ungkapnya sambil bercanda. Ia merasa kejenuhannya itulah yang membuat customer merasa tidak dilayani dengan sungguh-sungguh. Diawal online ia sudah mengumpulkan semangatnya, namun saat menjelang pertengahan waktu rasa jenuh kembali menyerang. Detik-detik menjelang berakhirnya online, baru ia bisa kembali bersemangat, itupun karena ia membayangkan tak sabar melakukan hobinya bermain bola.

Diantara kejenuhannya itulah, ia merasa sulit mempertahankan smiling voicenya dalam melayani pelanggan. Saat jenuh, boro-boro ingin tersenyum, mengangkat wajah saja terasa berat, iapun seringkali bingung bagaimana menghadapi rasa kejenuhannya.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut alangkah lebih baik jika kita mengetahui apakah kejenuhan kerja itu? Pada tingkat yang terendah Anda akan merasakan kehampaan secara fisik dan mental selama beberapa hari tanpa harapan untuk maju. Anda akan merasa heran mengapa anda melakukan pekerjaan yang sedang anda lakukan, dan semuanya tak ada yang berarti.

Jenuh dengan pekerjaan adalah hal yang sering dialami pekerja kantoran. Utamanya dibidang pelayanan pelanggan, seperti call center.  Bidang yang menuntut pekerjanya harus selalu merasa bahagia, diantara tekanan yang tinggi. Didalam call center, agent yang bekerja juga dididik untuk selalu berkonsentrasi, sedikit saja agent tidak berkonsentrasi maka akan berpengaruh pada pekerjaannya.

Menghadapi realita pekerjaan yang begitu menjemukan, tak jarang banyak agent yang merasa dijadikan robot saat bekerja.  Agent merasa terkungkung dan tidak boleh memilih perasaannya sendiri. Padahal agent juga manusia, memiliki perasaan sedih, senang, jenuh dan lain-lain. Meski begitu mau tidak mau, suka atau tidak suka bekerja didalam call center memang bukan perkara yang mudah. Saat kita memilih pekerjaan yang akan kita jalani, maka kita harus bertanggung jawab dengan pilihan kita.

Rasa jenuh memang tidak dapat dihindari, namun untuk sedikit meringankan beban kejenuhan, ada baiknya kita sedikit me-recharge kembali diri kita. Berikut merupakan tips jitu untuk sekedar mewarnai kembali hari-hari anda, saat menghadapi kejenuhan bekerja.

• Buatlah prioritas kerja

Ketika Anda tak dapat memusatkan pikiran ke pekerjaan, strategi terbaik adalah dengan menempatkan diri dalam auto pilot. Rata-rata, setiap tiga menit para karyawan mengganti topik pekerjaan mereka, menjawab email yang masuk, menelepon, atau membuka dokumen baru. Mulailah dengan membuat daftar semua tugas yang harus dikerjakan. Susun tugas Anda berdasarkan prioritas. Selesaikan setiap tugas sebelum mengerjakan tugas berikutnya. Kedengarannya sangat sederhana, tetapi cara ini dapat membantu Anda untuk lebih fokus.

• Istirahat

Gunakan waktu istirahat anda dengan baik, gunakan kesempatan tersebut untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang berbeda. Hindari menggunakan waktu istirahat untuk aktivitas yang memerlukan pikiran yang berat, termasuk diskusi atau mengisi teka-teki silang.

• Hindari kafein

Ada orang yang merasa dengan minum kopi dirinya akan menjadi lebih segar. Tetapi dia tidak menyadari, kafein dapat membuat detak jantung menjadi lebih cepat dan meningkatkan stres. Hindari mengonsumsi kafein. Sebaliknya, minumlah air putih yang banyak.

• Tarik Nafas

Bila sedang dilanda stres, kita cenderung menarik napas dengan cepat dan pendek-pendek. Lakukan sebaliknya, yaitu tarik napas dalam-dalam. Cara ini mengalirkan oksigen ke darah dan menenangkan pikiran.

• Berkhayal

Kumpulkan brosur-brosur tentang liburan ke tempat-tempat yang sangat ingin Anda kunjungi atau tempat yang pernah dikunjungi. Bila sedang jenuh, keluarkan foto-foto tadi, tataplah, dan bayangkan Anda sedang berada di sana. Tutup mata dan bayangkan suara serta aroma tempat tersebut.

• Relaksasi

Olahraga rutin terbukti bisa mengurangi stres. Anda dapat menggunakan sedikit dari jam makan siang untuk mengendurkan otot-otot yang tegang. Keluarlah dari gedung dan jalan kaki. Lakukan latihan melemaskan otot-otot yang tegang. Angkat bahu setinggi mungkin, tahan beberapa detik, lalu lepaskan. Lakukan 10 kali dan perasaan tegang akan hilang. Tahan gerakan yang melepas hormon endorfin yang membantu menstimulasi kepekaan terhadap kesehatan.

• Curhat

Saat anda menceritakan keluh kesah anda kepada seseorang, anda akan merasa bahwa anda tidak sendirian. Teman adalah seseorang yang selalu menemani dalam suka dan duka, seorang teman tidak akan membiarkan sahabatnya merasa jenuh sendirian.

• Sadari Kenyataan

Semua orang pasti pernah merasakan betapa waktu berjalan sangat pelan. Anda tidak dapat dan tidak perlu menghindarinya. Terima kenyataan bahwa ada hari-hari di mana Anda tidak dapat memusatkan 100 persen perhatian pada pekerjaan. Jadi, ikutilah tips di atas tadi agar dapat melewati hari Anda, menunggu saatnya pulang kantor, kembali ke rumah, dan istirahat agar keesokan harinya Anda dapat memulai kembali hari dengan lebih baik.


Sejauh mana tingkat kejenuhan anda dalam menghadapi pekerjaan. Apakah anda sering mengalami kejenuhan kerja? Jawablah pertanyaan berikut untuk menentukan tingkat kejenuhan kerja Anda :

a. Apakah Anda sulit bangun pagi?
b. Apakah Anda selalu merasa lelah?
c. Apakah Anda mudah lupa?
d. Apakah Anda mengalami rasa sakit yang tak bisa dijelaskan?
e. Apakah Anda sering kehilangan emosi saat berada di rumah atau di kantor?
f. Apakah Anda sering marah saat berada di rumah ataupun di kantor?
g. Apakah Anda mudah lepas kendali?
h. Bagaimana perlakuan Anda pada rekan kerja Anda, pasien atau keluarga Anda?
i. Apakah Anda merasa tertekan sepanjang waktu?
j. Apakah Anda selalu merasa lepas kontrol saat menghadapi apapun di kantor maupun di rumah?
k. Apakah Anda sering merasa stress?
l. Apakah Anda mulai merasa heran mengapa Anda melakukan pekerjaan yang mendukung karir Anda?
m. Saat bekerja apakah Anda sering melihat jam untuk melihat sudah berapa lama Anda berada di kantor dan kurang berapa lama lagikah waktu pulang?
n. Apakah Anda telah melewati proses menuju pergantian waktu kerja?
o. Apakah Anda sering mengalami sakit kepala, perut, gangguan pada kulit, rasa sakit pada dada dan selalu merasa sakit?
p. Apakah Anda telah kehilangan sesuatu yang membuat Anda bersemangat?
q. Apakah Anda sering merasa bosan?
r. Apakah Anda selalu merasa seperti dalam perputaran sebuah roda?


Jika jawaban “Ya” Anda lebih dari tiga pertanyaan, Anda mungkin membutuhkan waktu lebih banyak atau mungkin Anda sedang mengalami kejenuhan kerja – jika memang Anda mengalaminya. Percaya atau tidak Anda dapat menghilangkan kejenuhan kerja yang Anda alami, meskipun membutuhkan waktu serta usaha. ***

selamat puasa

TIP LAINNYA

Ke Hal. : [ 1 ]       Hal.: 1